Bupati Panca Resmikan Dapur MBG Timbangan 2, Jadi Dapur Percontohan di Ogan Ilir 

oplus_0

OGANILIR, Begawan Indonesia – Bupati Ogan Ilir Sumatera Selatan Panca Wijaya Akbar meresmikan pengoperasian dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Timbangan 2, berlokasi di Jalan Sarjana Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara Ogan Ilir Rabu (28/1/2026).

Menggunakan pakaian steril, Panca didampingi owner Aswan Mufti juga meninjau sejumlah ruangan yang ada. Mulai dari ruangan memasak, ruangan penyimpanan sayuran dan daging, ruangan pencucian ompreng dan melihat menu yang dimasak hari itu.

Panca Wijaya Akbar
Bupati Ogan Ilir (BI)

Kepada wartawan Bupati Panca Wijaya Akbar mengatakan, dengan diresmikannya dapat Timbangan 2 ini berarti sudah 39 dapur yang berdiri di Kabupaten Ogan Ilir. Dari 39 dapur tersebut sudah terserap 1800 tenaga kerja.

“Untuk penerima manfaat sudah mencapai 80 persen, masih ada 20 persen yang belum” kata Panca

Dijelaskan Panca, 20 persen yang belum menerima manfaat karena sekolahnya berada di pelosok dan jauh dari jangkauan SPPG.

“Oleh sebab saya berharap kepada BGN ada regulasi yang membolehkan dapur kecil untuk melayani sekolah yang berada di wilayah yang sulit dijangkau oleh SPPG terdekat. Kita tahu masing-masing dapur melayani 2000 sampai 3000 porsi, nah sekolah yang ada di pelosok cuma memiliki 200 siswa, itu yang bisa dilayani oleh dapur kecil,” jelas Panca

H Aswan Mufti
Pengelola dapur MBG Timbangan 2 (BI)

Panca juga berharap kepada orang tua penerima manfaat jangan terlalu mudah memosting ke media sosial jika ada yang dianggap tanggal. Sebaiknya kata Panca, dikoordinasikan dulu kepada pengelola dapur mengapa hal itu bisa terjadi.

“Jangan sebentar sebentar diviralkan, jika dari 2000 porsi cuma ada 2 atau 3 yang bermasalah artinya mungkin cuma kelalaian, bukan ada unsur kesengajaan, yang seperti itu dikoordinasikan saja ke pihak pengelola dapur,” imbuh alumni Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini

Panca juga menyampaikan kesulitan pihak dapur mencari bahan baku dan kadang berebut dengan masyarakat.

Bupati Panca Wijaya Akbar berfoto bersama relawan yang berkerja di Dapur MBG Timbangan 2 (BI)

“Saya mendapat laporan pihak dapur yang kesulitan mendapat bahan baku seperti sayur, daging dan ikan serta bahan bumbu, ini menunjukkan perekonomian mulai berkembang, masyarakat bisa memanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dengan bertanam sayuran dan halaman rumah, inilah maksud pemerintah pusat untuk menghidupkan perekonomian di daerah,” jelas Panca lagi

Sementara pemilik dapur MBG Timbangan 2 Aswan Mufti mengatakan, dapur SPPG Timbangan 2 yang diresmikan oleh Bupati Panca Wijaya Akbar diharapkan menjadi dapur Percontohan tidak hanya di Ogan Ilir terapi juga di Sumatera Selatan. Untuk menciptakan itu, Aswan Mufti selaku pengelola berkomitmen untuk mewujudkan harapan bupati Panca Wijaya Akbar dengan melakukan pengawasan ketat kepada relawan yang berkerja menyiapkan makanan.

Suasana saat peresmian (BI)

“Kita melakukan pengawasan mulai dari suplai bahan masuk hingga pengolahan, tapi karena porsi yang cukup banyak kadang terjadi human error bukan kesengajaan. Itu yang harus dilihat secara objektif lagi, Namun jika porsi 2000 basi 1000 itu artinya ada kesengajaan, namun jika dari 2000 porsi ada 5 yang bermasalah itu artinya tidak ada unsur kesengajaan,“ kata Aswan Mufti

Dijelaskan Aswan, bahwa dapur SPPG adalah mitra penyedia makanan bergizi gratis bagi masyarakat, bukan seperti warung Padang yang berjualan modal 7000 dijual 10.000.

“yang penting komitmen dari mitra bahwa kita adalah penyedia pelayanan makan bergizi gratis, ini yang harus sama sama difahami” ujar Aswan Mufti

Dapur MBG Timbangan 2 (BI)

Diungkapkan Aswan, dapur Timbangan 2 baru beroperasi tiga Minggu dan melayani 2060 penerima manfaat, terdiri dari balita, anak PAUD, anak TK hingga kelas 3 SD dan serta ibu hamil.

“Harus difahami bahwa porsi anak balita, anak TK, PAUD hingga kelas 3 SD berbeda dengan anak kelas 4 SD keatas dan ibu hamil. Untuk anak-anak balita hingga kelas 3 SD itu harganya Rp 8000 perporsi dan untuk anak kelas 4 SD keatas dan ibu hamil harganya Rp 10.000 perporsi, dari 2060 penerima manfaat jumlahnya hampir berimbang porsi kecil dan porsi besar,” jelas Aswan

Dikatakan Aswan, tujuannya membuat dapur MBG ini adalah untuk mendukung program Presiden Prabowo. Ia juga ingin menjadikan dapur yang ia kelolaan menjadi contoh dalam pengelolaan dapur MBG di Sumatera Selatan.

*Saya juga selalu anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan dari Partai Gerindra ingin mendukung program Presiden Prabowo. Dengan terjun langsung menjadi praktisi kita tahu titik lemahnya. Saya juga katakan kepada mitra bahwa keberlanjutan program ini tergantung kita semua dan BGN, sebab dengan harga Rp 10.000 sebenarnya sudah sangat standar untuk memenuhi gizi penerima manfaat,” tugas Aswan

Berfoto bersama (BI)

Sementara Liana Puspita, Korwil BGN Ogan Ilir, mengatakan, dapur SPPG yang dikelola oleh Bapak Aswan Mufti sudah memenuhi standar dan bisa menjadi dapur percontohan di Ogan Ilir.

 

“Dapur Timbangan 2 yang dikelola bapak Aswan Mufti ini sudah memenuhi standar dan bisa menjadi dapur percontohan bagi dapur lain,” kata Liana Puspita

Liana Puspita menjelaskan, ada dapur tidak standar baik fisik, hyginiesnya dan hal hal lain, pihaknya sudah menutup salah satu dapur di Kecamatan Muara Kuang tanpa batas waktu sampai dilakukan pembenahan.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *