Wakil Bupati Ogan Ilir Menerima Kunjungan Kerja Menko Bidang Pangan di Ponpes Al-Ittifaqiah

Oplus_16908288

OGANILIR, Begawan Indonesia -Kunjungan Kerja Menko Bidang Pangan selaku Ketua Satgas Nasional Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih dalam Rangka Meninjau Usaha-usaha Koperasi Pesantren yang akan Bekerjasama dengan Koperasi Merah Putih. Selasa (27/05/2025) Bertempat di Ponpes Al-Ittifaqiah Desa Tanjung Lubuk Kecamatan Indralaya Selatan.

H Ardani
Wabup Ogan Ilir (BI)

Wakil Bupati Ogan Ilir H. Ardani S.H., M.H., Didampingi Asisten Sekda Ogan Ilir dan Kepala Perangkat Daerah Menerima Kunjungan Kerja Menko Bidang Pangan di Kab. Ogan Ilir.

Diawali dengan sambutan Wakil Bupati Ogan Ilir yang mengucapkan selamat datang kepada Menko Bidang Pangan beserta jajarannya di Ponpes Al-Ittifaqiah Kab. Ogan Ilir Kecamatan Indralaya Selatan.

Wakil Bupati H. Ardani juga mengatakan “Program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah pusat melalui Satgas Nasional ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan ekonomi desa dan kelurahan secara merata.”

Berfoto bersama BI)
Berfoto bersama (BI)

Wakil Bupati Ogan Ilir H. Ardani juga berharap “Melalui dukungan dari pemerintah pusat, sinergi antara koperasi pesantren dan Koperasi Merah Putih dapat memberikan manfaat nyata, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam penguatan ketahanan pangan, kesejahteraan umat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di pedesaan.”

Sementara itu Menko Bidang Pangan dalam sambutannya mengatakan “Pembentukan koperasi desa/kelurahan itu sendiri melalui skema yang diawali dengan Musdesus, pengurusan akta oleh notaris, dan pengesahan Koperasi oleh Kementerian Hukum.”

Menko Perekonomian
KH Mudriq Qori
Mudir Ponpes Al Ittifaqiah Indralaya

Menko juga menerangkan “Koperasi desa/kelurahan Merah Putih merupakan program prioritas utama Presiden Prabowo untuk meningkatkan ketahanan pangan serta menjawab kebutuhan masyarakat terkait rantai pasok panjang dan tengkulak, kesulitan lapangan kerja di desa, harga bahan pokok tidak stabil, akses kesehatan.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *