Junction Palembang Terumit di Sumatera, Hubungkan Provinsi Sumsel Dengan Provinsi Lampung, Bengkulu dan Jambi 

Sudah Operasional Rute Palembang -Lampung

PALEMBANG, Begawan Indonesia.com – “Palembang Junction” Tol Palindra Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan akan menghubungkan empat provinsi di Pulau Sumatera. Keempat provinsi itu meliputi Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu dan Jambi.

Saat ini, Palembang Junction yang sudah dioperasikan tersebut baru digunakan untuk rute Palembang – Lampung. Untuk Provinsi Bengkulu dan Jambi belum beroperasi karena proses pembangunan jalan tol masih sedang dalam proses pembangunan dan beberapa bagian sedang dalam proses perencanaan.

EVP Divisi Pembangunan Jalan Tol Pulung Satio Anggono menjelaskan pembangunan Jalan Tol (BI)

“Jika Palembang Junction sudah beroperasi penuh dan menghubungkan keempat provinsi Sumatra Selatan, Lampung, Bengkulu dan Jambi tentua akan sangat menghemat waktu perjalanan, jarak tempuh dan mengurangi biaya perjalanan, juga akan mendukung program astacita Presiden Prabowo Subianto dalam mensejahterakan masyarakat,” kata FPV Divisi Pembangunan Jalan Tol PT Hutama Karya (HK) Pulung Satio Angono saat meninjau kesiapan arus mudik natal dan tahun baru 2025 Jumat di Ogan Ilir (7/11/2025) kemarin.

Hutama Karya sendiri saat ini telah mengoperasikan 4 ruas jalan tol utama di wilayah Sumatera Bagian Selatan masing-masing Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (189 km), Tol Palembang–Indralaya (22 km), Tol Indralaya–Prabumulih (64,5 km) dan Tol Bengkulu – Taba Penanjung (17,6km) yang menjadi bagian dari koridor utama JTTS.

EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama karya Mardiansyah (BI)

“Total panjang tol yang telah beroperasi di wilayah ini mencapai lebih dari 293 kilometer, yang secara signifikan memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” sambung Pulung Satio Angono

Kehadiran jaringan tol tersebut berhasil memangkas waktu tempuh antardaerah secara signifikan. Misalnya, perjalanan dari Palembang menuju Prabumulih kini hanya sekitar 45 menit dari sebelumnya lebih dari 2 jam, Bengkulu menuju Taba Penanjung kini dapat ditempuh sekitar 20 menit dari sebelumnya lebih dari 1 jam. Sementara akses logistik dari Lampung ke Palembang dapat ditempuh sekitar 4,5 jam dari sebelumnya 8–9 jam.

Jembatan Musi 5 terus dikebut pengerjaan (BI)

Selain peningkatan konektivitas, sambung Pulung, Hutama Karya juga terus memperkuat pelayanan kepada pengguna jalan melalui penyediaan berbagai fasilitas pendukung dan rest area yang representatif, di antaranya Rest Area KM 56 Jalur A dan B di Tol Indralaya–Prabumulih yang dilengkapi SPBU, musala, toilet bersih, serta area UMKM lokal, dan Rest Area KM 234 Jalur A dan B di Tol Terpeka yang menyediakan fasilitas pengisian kendaraan listrik (EV Charging Station).

“Selain itu, Hutama Karya juga menghadirkan layanan operasional 24 jam seperti ambulans, patroli jalan raya, derek, dan call center layanan darurat, guna memastikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan pengguna jalan tol, khususnya dalam menghadapi periode libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru,” tambahnya

Proyek Jalan Tol Palembang–Betung Capai 73,84%, Siap Perkuat Konektivitas hingga Jambi

Pihak pelaksana pembangunan jembatan Musi 5 menjelaskan progres pembangunannya (BI)

Sementara Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya Mardiansyah mengatakan pembangunan Tol Kapal -Betung (Paltung) terus dipercepat untuk memperkuat jaringan konektivitas di Sumatra Selatan. Hingga akhir Oktober 2025, progres konstruksi jalan tol ini telah mencapai 73,84%.

 

Untuk proses pembebasan lahan telah mencapai 84,94%. Jalan tol sepanjang 69,19 kilometer ini akan menghubungkan Kota Palembang hingga Betung, sekaligus menjadi koridor penting yang menghubungkan Sumatra Selatan dengan Provinsi Jambi.

“Pembangunan Jalan Tol Paltung terus kami percepat dengan memastikan seluruh sumber daya, material, serta metode kerja yang digunakan memenuhi standar mutu tertinggi. Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya juga senantiasa berkoordinasi dan bekerja sama dengan pemerintah setempat serta para pemangku kepentingan lainnya. Kami menargetkan proyek ini dapat segera rampung agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Mardiansyah.

Tol Paltung sendiri terbagi dalam beberapa seksi, yakni Seksi 1 (Palembang–Rengas) sepanjang 21,50 km, Seksi 2 (Rengas–Pangkalan Balai) sepanjang 33 km, Seksi 3 (Pangkalan Balai–Betung) sepanjang 14,69 km, Junction Tahap 2 (Ramp 4,6,8) sepanjang 4,07 km, Interchange Gandus sepanjang 2,02 km, serta Interchange Pulo Rimo sepanjang 3,83 km.

Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian utama adalah pembangunan Jembatan Musi 5 yang berada pada Seksi 1, menggunakan teknik Box _Girder Balance Cantilever_.

Lokasi pembangunan jembatan Musi 5 di Daerah Gandus Kota Palembang (BI)

PHingga akhir Oktober, pengerjaan di segmen 16 jembatan tersebut telah memasuki tahap penyambungan struktur utama. Setelah rampung, Jalan Tol Paltung akan memangkas waktu tempuh dari Palembang ke Betung dari semula sekitar 3 jam menjadi hanya 1 jam. Keberadaan tol ini juga diharapkan dapat mengurai kemacetan di jalur nasional lintas timur dan memperlancar arus logistik, terutama menjelang periode Nataru maupun Idul Fitri.

“Hutama Karya memastikan pembangunan proyek strategis ini berjalan tepat waktu dan sesuai dengan standar kualitas terbaik, agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Sumatra,” tutup Mardiansyah, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.**

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *