Aipda Hans…, “Sang Pengendali Api” dari Polres Ogan Ilir

Oplus_16908288

Begawan Indonesia – Hans namanya, saya tidak tahu nama panjangnya, kalau ketemu saya panggil “Hans” saja dan dia memanggilku Kak Reza..

Awal kenal beberapa tahun lalu kesan yg muncul sosok Hans adalah polisi yang agak sombong dan sedikit ketus…, tapi seiring waktu ternyata Hans adalah sosok yang ramah, hangat dan mudah tertawa. .

Kalau ketemu kami selalu tersenyum dan tertawa.., bahkan kalau ketemu di tempat makan atau sarapan ia pasti yang membayari, meski selalu saya tolak dan saya yang ingin membayar pasti Hans menolak dan memaksa ia yang membayari

“Santai kak..,” katanya sambil tertawa

Hari ini saya mendapatkan kabar Hans berpulang ke rahmatullah.., saya kaget dan langsung mengucapkan “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun…,” semoga Hans diampuni dosa-dosanya dan ditempatkan di sisi Allah yang maha mulia…. Amin..

Saya sudah lama tidak ketemu Hans, apalagi saya bisa dikatakan sudah jarang meliput kejadian kebakaran lahan di ogan ilir.

Namun beberapa minggu lalu saat meliput persoalan lahan di Desa Tanjung Baru saya ketemu Hans.

“nah Hans.., apo kabar. “ tanyaku pada Hans yang berdiri di belakang ku..

“Baek kak.. “ Jawabnya tersenyum tipis

“Di Polres kau sekarang.. “ Tanyaku

“Iyo kak.. “ Jawabnya..

Sebelumnya Hans cukup lama bertugas di Polsek Indralaya..

Ternyata pertemuan di Desa Tanjung Baru adalah pertemuan yang terakhir. Karena hari ini Minggu (21 Juni 2026) aku mendapat kabar ia berpulang…

Hans itu polisi hebat terutama dalam penanggulangan Kebakaran lahan dan hutan di Ogan ilir. Hans cukup pasih mengoperasikan peralatan pemadam dan tak segan turun mendekat ke titik api saat terjadi karhutla.

Sejumlah penghargaan dan apresiasi ia dapat dari Kapolda Sumsel atas kinerja dan dedikasinya.

Kulitnya kerap menghitam karena terbakar panas matahari dan panasnya api yang membakar lahan saat ia sirami dengan air menggunakan selang

Saya saat liputan Karhutla beberapa tahun lalu kerap ketemu Hans bersama “pasukannya” dari personel BPBD dan Damkar Kabupaten Ogan Ilir di lapangan.

Selama titik api bisa dijangkau baik siang maupun sore hingga tengah malam, Hans pasti ada di sana dengan seragamnya yang kadang sudah dekil karena terkena arang sisa kebakaran.

Saya pun sama, selama titik api masih bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua saya akan ke sana. Pernah saya meliput Hans dan pasukannya jam 2 malam hingga pagi berjuang memadamkan api yang merambat mendekati rumah warga saat kebakaran lahan semak belukar di sisi jalan lurus Palembang-Indralaya.

Penah juga ketemu Hans di desa Sungai Rambutan di seberang stasiun simpang Y saat meliput kebakaran lahan yang sudah mendekat ke rumah warga jelang tengah malam.

Hans juga beberapa kali jadi Nara sumber di lapangan saat saya ingin wawancara.

Asyiknya jika ketemu di lapangan dan beristirahat bersama di warung dekat lokasi, kami ngobrol sambil ngopi dan makan mie, dan Hans pasti yang membayar semuanya.

Selamat jalan Hans…, kau orang baik.., amalmu saat berjibaku melindungi rumah warga yang hampir terbakar akibat karhutla pasti mendapat ganjaran pahala dari allah SWT.. aminn..

*Amriza Nusatria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *