Nek Nurjanah, Perempuan Penjaga Makam di Ogan Ilir Itu Telah Memenuhi Janjinya 

Nek Nurjanah : Saya Rindu Akan Kematian

Nek Nurjanah ketika masih hidup, sedang membersihkan salah satu makam di pemakaman umum Taman Riang Indralaya (BI)

OGAN ILIR, Begawan Indonesia – Masih ingat dengan Nek Nurjanah Sang Penjaga Makam di Pemakaman Umum Taman Riang Indralaya Ogan Ilir.

Nek Nurjanah yang mengabdikan hidupnya menjaga makam dan membersihkannya subuh hari ini Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB telah memenuhi janjinya.

Nek Nurjanah berpulang karena sakit dan sempat mendapat perawatan beberapa hari.

Jasad Nek Nurjanah dimakamkan di Pemakaman Umum Taman Riang Indralaya tempat ia menjadikan hidupnya sebagai penjaga makam selama bertahun-tahun (BI)

Jam 10 hari ini Nek Nurjanah dimakamkan di pemakaman umum Taman Riang Indralaya yang beberapa tahun ini dijaganya dan dibersihkannya dari rumpun liar.

Banyak pelayat yang menghantarkan perempuan yang ikhlas mengabdikan dirinya mengurus dan menjaga makam yang jarang dilakukan oleh kaum perempuan. Salah satunya tampak Kyai Haji DR Mudriq Qori mudir Pondok Pesantren Al Ittifaqiyah Indralaya

Kerabat Nek Nurjanah, Ahmad Riyad Ramli mengatakan, Nek Nurjanah adalah manusia pilihan Tuhan karena ia mengikhlaskan dirinya untuk menjaga dan membersihkan makam. Tak banyak orang terutama perempuan yang mau mengambil pilihan hidup seperti Nek Nurjanah.

“Nek Janah ini dulu adalah pedagang. Ia memiliki toko kelontong yang menjual berbagai keperluan warga, namun karena sesuatu hal akhirnya ia memilih menjadi penjaga makam yang ia sudah jalani bertahun tahun tanpa paksaan dan tanpa gaji atau honor,” kata Riyadh

Pengurus Organisasi olahraga otomotif MI Sumsel sempat memberikan tali asih untuk nek Nurjanah (BI)

Dalan kesempatan itu Riyadh memohon pengampunan atas segala khilaf dan kesalahan yang mungkin dibuat oleh Nek Nurjanah dan minta didoakan agar arwah Nek Nurjanah diterima di sisi Allah SWT.

“Kami mewakili keluarga Nek Nurjanah memohon maaf jika ada kesalahan yang telah dibuat oleh Nek Nurjanah dan mohon doanya agar almarhumah diterima di sisi Allah,” kata salah satu staf di Ponpes Al ittifaqiyah Indralaya ini.

Diberitakan sebelumnya ada seorang perempuan tua dipanggil Nek Nurjanah (62), warga jalan Muhajirin Kelurahan Indralaya Indah Kecamatan Indralaya Ogan Ilir menjalani profesi sebagai penjaga makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Taman Riang Indralaya Ogan Ilir.

Nek Nurjanah menjalani profesi sebagai penjaga makam sejak tahun 2017. Tidak ada yang meminta atau yang menyuruh, ibu 5 anak itu langsung begitu saja menjadi penjaga makam. Setiap hari ia datang mulai pukul delapan pagi hingga pukul 5 sore membersihkan area makam menggunakan arit dan tengkuit. Jika rumput sudah panjang maka ia menyemprot menggunakan racun rumput.

Tersentuh Kisah Nek Nurjanah Perempuan Penjaga Makam di Ogan Ilir, IMI Sumsel Galang Donasi Beri Bantuan 

“Saya menjadi penjaga makam sejak tahun 2017, tidak ada yang meminta ataupun menyuruh, saya langsung saja datang membersihkan makam tanpa digaji ataupun dapat honorer, namun alhamdulillah ada saja rejeki baik dari pengunjung yang berterima kasih karena makam keluarganya bersih atau dari masyarakat yang kasihan kepada saya“ katanya di pondok tempat ia ngaso di area makam

Sebelum menjadi penjaga makam nek Nurjanah menjalani profesi sebagai pedagang. Ia dulu sering mendatangi pasar mingguan untuk menjajakan dagangannya. Namun ia berhenti berdagang karena merasakan profesi itu tidak berkesudahan dan tidak memberikan ketenangan.

“Dulu saya berdagang kemana-mana, mengejar kalangan, tidak berkesudahan,“ kata istri dari almarhum Aidil Fitri ini.

Tapi sejak menekuni profesi sebagai penjaga makam Nek Nurjanah mengaku mendapatkan ketenangan. Ia dapat menjalani ibadah dengan tenang dan merasakan kebahagiaan karena merawat makam yang ada di pemakaman itu.

Sekda Sumsel Edward Candra Lepas Rombongan SRT 31 Palembang Menuju Sekolah Rakyat Permanen Oki

Namun tidak dipungkiri tidak semua orang yang menghargai profesinya sebagai penjaga makam. Nek Nurjanah mengaku kerap diremehkan dan diejek karena menjalani profesi tersebut. Ada juga yang mengatakan dirinya gila karena menjaga orang yang sudah meninggal sementara yang hidup masih banyak. Namun ejekan itu tidak ditanggapi nek Nurjanah.

“saya kerap juga diremehkan dan diejek. Bahkan ada yang mengatakan saya gila karena mau mengurus orang yang sudah meninggal padahal yang hidup masih banyak, tapi semua saya acuhkan saja, * katanya

Ada juga yang tak mau memberi apapun kepada dirinya dengan alasan tidak pernah meminta makam keluarganya dibersihkan oleh nek Nurjanah. Tapi nek Nurjanah tetap membersihkan makam keluarga orang tersebut.

“Saat mereka ziarah mereka terlihat malu dan tak mau melewati pondok karena melihat makam keluarganya telah bersih,” Ujar nek Nurjanah sambil tersenyum

Diakui nek Nurjanah banyak orang yang perhatian padanya. Meski ia tidak mendapatkan honorer dari pemerintah daerah ataupun pemerintah pusat. Ia juga tidak terdaftar di BPJS dan tidak mendapatkan bansos ataupun PKH, tapi ada saja yang datang memberi uang.

Disebutkannya yang kerap memberi uang adalah pihak dari Ponpes Al-Ittifaqiyah Indralaya. Polsek Indralaya, Ada juga warga bernama Koyel yang sering datang memberi uang. Ada tokoh masyarakat pak Berkad (almarhum), Amirul Mukminin (mantan kades). Ada pula yang datang memberi bantuan peralatan seperti troli, sapu lidi, parang, tengkuit dan arit.

“Alhamdulillah ada saja yang datang memberi uang dan peralatan pembersihan, namun sayang peralatan bantuan tersebut sering sekali hilang, “ Katanya

 

Nek Nurjanah mengaku tidak pernah merasakan takut selama menjalani profesi sebagai penjaga makam. Ia juga tidak pernah melihat yang aneh-aneh misalnya makhluk halus dan semacamnya. Namun ia mengakui kerap mencium aroma harum bunga yang terbawa angin. Ia juga pernah mencium aroma susu bayi di dekat pondok tempat ia istirahat.

Herman Deru Launching Logo, Maskot Si Bara, dan Theme Song FORPROV II KORMI Sumsel 2026, Targetkan Muara Enim Jadi Role Model Penyelenggaraan Terbaik

Neh Nurjanah mengatakan selama ia masih sehat ia akan terus datang ke Tempat Pemakaman Umum Taman Riang Indralaya untuk menjaga dan membersihkannya.

Neh Nurjanah mengaku juga beberapa kali bermimpi bertemu dengan orang-orang yang dimakamkan di pemakaman tersebut. Dalam mimpinya mereka meminta dirinya untuk terus mengurus makamnya.

“iya beberapa kali saya bermimpi bertemu dengan roh orang-orang yang dimakamkan di sini, dalam mimpi itu mereka meminta saya terus mengurusi makam mereka, “ Katnya

Nek Nurjanah juga pernah mengalami hal ganjil di mana ia melihat tubuhnya berada dalam kuburan. Saat itu ia tidak sedang tidur. Ia sedang duduk di pondok dan tiba-tiba melihat sekelebat dirinya berada dalam kuburan.

Ia juga pernah melihat langit sangat terang. Ia melihat saat sedang berzikir karena ia selalu berdzikir saat tengah sendirian dimakan.

“Ya saya pernah melihat sekilas saya berada di dalam kuburan. Saya tidak mimipi karena saya tidak tidur, saya juga pernah melihat langit sangat terang saat sedang berzikir ketika sedang sendirian,“ ceritanya

Neh Nurjanah sendiri dalam perbincangan tersebut mengaku sudah siap menghadapi kematian. Dikatakannya terhadap kematian dirinya tidak mencari, tidak menantang dan tidak menakutinya. Ia bahkan menunggu kematian. Dikatakannya ia sangat rindu akan kematian dan kematian itu pasti.

“Terhadap kematian saya tidak mencari, tidak menantang dan tidak menakutinya, cuma kutunggu. Saat ini aku rindu akan kematian, aku tahu di kuburan itu gelap, ada malaikat yang bertanya, sudah terbayang dan terasa di batinku, terbayang ada azab kubur, sudah kupersiapkan dan sudah berserah diri kepada allah, bagaimanapun kita pasti mati juga “ Katanya menerawang

Ketika ditanya harapannya, nek Nurjanah mengatakan dirinya tidak punya harapan muluk.Harapannya hanyalah selama ia masih sehat Ia diperkenankan tetap menjaga makam tempat dimana ia menghabiskan waktu selama delapan tahun terakhir ini.**

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *